Kemudian dengan bergegas saya mengeluarkan mobil saya dan mengarahkan mobil saya ke kost-nya. Tanggapannya cukup baik, kita ngobrol sekitar 15 menit. Bokep Asia Lumayan juga pikir saya, tetapi dibandingkan Vivi.., masih mendingan Vivi… Jadi saya putuskan untuk tetap fokus pada Vivi.Dalam sekejap ruangan tersebut penuh dengan suara keempat cewek tersebut. Selesai memesan makanan, saya mencari meja yang bersebelahan dengan cewek tersebut. “Viii… Vivi…” tiba-tiba terdengar suara beberapa orang cewek. Terasa degup jantung saya yang semakin cepat. Dengan cepat mata saya menyapu wajah mereka yang datang. Andi dan Al mengikuti saya. Menurut saya Vivi agak kurus.Tindakan saya ini rupanya memberikan kesan yang sangat mendalam pada Vivi. Ketika jam dinding berdentang 10 kali, saya melihat kakaknya si Vivi dengan gelisah selalu melirik ke jam. Di belakang saya Andi juga memasukkan nomor tersebut ke HP-nya. Dia seumur dengan saya, 24 tahun. Sambil makan saya menatap dia, yang dibalas juga oleh si cewek. Dia sendiri juga terlihat kaget




















