Tangannya turun menangkap batang kejantananku. Bokep Tante Eksanti masih sibuk membereskan pakaian-pakaian yang bertebaran di atas sandaran kursi sofa. “Occhh..”, Eksanti semakin kaget ketika tangannya menyentuh kejantananku yang telah tegak menegang.“Kenapa, Santi?”, aku bertanya pura-pura tidak mengerti. Namun aku tak peduli.“Mas, gede banget, occhh..”, Eksanti menjerit lirih. Perutnya begitu datar. Bukit-bukit di dada Eksanti naik turun seiring dengan desah nafasnya yang memburu. Aku langsung menyambar kunci mobil, lalu keluar dari kantorku dan bergegas menuju wartel tempat di mana Eksanti sedang menungguku.Aku memarkir mobil di depan wartel itu, dan tak lama berselang aku melihat Eksanti keluar dari wartel, dengan memakai kaos ketat warna orange bertuliskan Mickey Mouse (tokoh favoritnya) di bagian dadanya, dipadukan celana jeans warna abu-abu.




















