Mulai dengan pacar-pacarku, teman sekolah atau kuliah, hingga mama muda yang kukenal dari jejaring sosial bahkan wanita penjaja seks dari kelas teri hingga menengah pun tak terhitung dengan jari. Bokep Cina Mbah Suliyem tak bereaksi, entah apa yang dirasakannya, aku tak peduli. Mbah suliyem juga menjelaskan pada para tetangga bahwa aku sudah berbaik hati menolongnya dan diperkenankan untuk menginap karena sudah larut malam, mbah Suliyem merasa iba jika aku harus pulang saat itu juga. (tamat) Para tetangga ternyata punya pikiran yang sama, apalagi saat itu aku memang berusaha untuk bertutur kata dan bersikap se-sopan mungkin kepada mereka, meski soal identitasku memang aku memilih untuk berbohong. Mbah Suliyem hanya diam, tak berontak dengan kelakuanku padanya dibawah sinar lampu neon 5 watt sebagai penerang ruang utama di rumahnya.




















