Merentangkanku… Menyentuhku..menyelusup ke tempat yg belum seorangpun termasuk aku menjamahnya.“Uhhhhhhgg!” Aku meringis. Kok mbak teriak-teriak? Bokep Cina Dan lelaki yg beruntung itu kebetulan adalah mang Narko, yg berstatus hanya sebagai sopir keluargaku, suaminya mbak Siti.Seorang pria tua, berkulit hitam legam, bertubuh pendek dan kerempeng. Bersamanya hidupku penuh dengan gairah meledak-ledak. “Kemaren malem si non ngintip mbak sama mang Narko lagi gituan, kan?”tembaknya langsung. putihh tenann. Saya heran sekali kakang ndak pernah puas. Begitulah dengan sabar Ia memberikan jawaban atas setiap pertanyaanku sehingga bisa meyakinkanku sekaligus membuat satu persatu kekuatiranku lenyap.“Gimana? Dan……“AWWWWW..mmaaaanggg.!.” aku merintih ketika sesuatu yg asing….begitu besar dan bertektur membuat bibir memekku merentang lebar.Dan..CLEPP! Sudah pahamkan?”tanyanya setelah penjelasan tadi.Aku mengangguk kecil.“Berarti ndak kuatir lagi digituin sama mang Narko kan?”susulnya lagi.Aku ragu. Ya! Menit demi menit berlalu kesadaranku berangsur-angsur pulih.




















