Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Bokep Ojol Tes! “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Hati ini menjadi luruh. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Katanya mau jadi isteri shalihah? Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.




















