Sampai akhirnya Felly keluar dari kamarnya. Bokep Indo Ataukah memang Love is Blind.Singkat cerita kami berempat dengan teman-temanku ke Zanzibar. Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu. Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar dan balik lagi. Tinggi 168 cm, berat proporsional dan sebuah fitnes center dengan rajinnya memahat tubuhnya beberapa kali dalam seminggu.Setelah sampai di dekatku, aku memutar kursiku hingga menghadap ke samping. Dia selalu cemberut kalau aku keluar bersama cewek. Panas, itu yang kurasakan. Sudah lama sebenarnya aku bosan dengannya. Selalu saja kami gagal bubaran kalau kami saling bertemu. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Terus terang untuk berdiri pun aku sulit saat itu. Dan teringat Felly. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu.




















