“Heekkh.. Bokep Mom gimana yach.. Nur..?”
“Tidak.. Bapak!”
Tapi kemudian dia membalas kecupanku dengan lembut sekali diikuti lidahnya memainkan lidahku yang membuat aku makin berani.“Pak.. sekarang jadi enak.. sakit awww.. kalau kita lanjutkan di kamar yuk!”
“Saya sih mau aja Pak, tapi kalau nanti Ibu tahu gimana?”
“Ah, ibu khan lagi ke Jogja, lagi pulangnya kan hari Selasa.”Kugiring Nursyifa ke kamarku, sampai di kamar kututup pintu dan langsung kusuruh Nur untukmenanggalkan pakaiannya. Pak.. Santi jadi kepingin dech Pak kayak ibu Santi.”
“Kamu serius San, kamu mau?”
“Iya Pak.”Kulihat Santi tersipu malu menjawab pertanyaan dariku, sementara rok Santi tersingkap sewaktududuknya bergeser sehingga pahanya yang putih mulus terlihat oleh mataku yang membuatku langsung terangsang. Rupanya aku baru ingat kalau setiap Minggu pagi Nur pergi berbelanja ke pasar. Akhirnya setelah 20 kali kutekan, masuklah helm batanganku ke vagina Santi. aahh.. Yang agak mengagetkanku karena keindahan tubuh Nur.










