Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya. Bokepindo Gosh, these girls are so easy. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Sampai akhirnya Felly keluar dari kamarnya. Entah aku yang terlalu cerdik atau dia yang terlalu tolol. Gawat pikirku. Kepalaku sudah berat. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Kepalaku sudah berat. “Lo bawa mobil?” Ia menatapku cemas. Penisku hanya kuselipkan di antara celana dalamnya. Dia selalu cemberut kalau aku keluar bersama cewek. Di Carport. “Aku sekarang ada di Lobby bawah, gimana kalau kita makan siang?”
“Sorry Fell, kemaren ada trouble di server di Singapore,” Aku menghela napas, “Ok 10 menit lagi aku ada di Lobby bawah.”Senang? Segera kutinggalkan teman-temanku dan menuju rumahnya.Jam 23.00.




















