Akusempat berpikir apakah tante Ani mencukursemua bulu-bulu pubisnya.Muka tante Ani sedikit memerah. Sini tante pegang apa dahpanas.”.Aku berusaha mengambil posisi diatas tubuhtante. Bokeb Tuh liat kontol Bernasdah tegak kayak besi. Kali ini aku lepas atasanku,dan kiniaku terlanjang dada.“Ck ck ck … pemain basket nih. Yang lain dong …” sambut tante Anisambil menggoda.“Hmm … apa yah.” pikirku sejenak.“Gini aja,Bernas pengen emut-emut susu tanteAni.” jawabku tidak tau malu.Ternyata wajah tante Ani tidak tampak kaget ataumarah,malah balik tersenyum kepadaku sambilberkata “Sudah tante tebak apa yang ada didalam pikiran kamu,Bernas.”.“Boleh kan tante?!” tanyaku penasaran. Pertama-tama bila aku menang diaselalu meminta hukuman dengan ‘Truth’punishment,lama-lama aku menjadi semakinberani menanyakan yang bukan-bukan.Sebaliknya dengan tante Ani,dia lebih sukamemaksa aku untuk memilih ‘Dare’ agar dia bisalebih leluasa mengerjaiku. Sesampai di daerah Muara Karang,aku memutuskan untuk makan bakmi bebeknyayang tersohor di sana.




















