Kedua bola mataqu sampai membeliak lebar. Selesai makan malam, Lidya membawaqu ke balkon rumahnya yg menghadap langsung ke halaman belakang.Entah disengaja atau tak, Lidya membiarkan sebelah pahanya tersingkap. Bokep Jilbab/Hijab Bahkan aqu tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Aqu memang paling suka kalo dipuji.Oh, ya.., Nanti malam kamu datang..”, ujar Tante Amanda sebelum pergi.“Ke rumah..?”, tanyaqu memastikan.“Iya.”“Memangnya ada apa?” tanyaqu lagi.“Lidya ulang tahun. Aqu benci dgn suaminya. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Antara lima dan enam tahun. Namun aqu tak suka kalo dikeloni Bapak. Apa saja yg aqu inginkan, pasti dikabulkan. Sembari memandangiku yg masih terbaring dalam keaadaan polos, Lidya mengenakan lagi pakaiannya. Aqu memang tak mengerti dgn kekecewannya. Aqu memang terlahir dari keluarga yg bisa dibilang cukup berada. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Lidya hanya diam saja.“Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan.“Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aqu datang ke rumah Lidya.




















