“Iya, demi ____ (nama partai), kami rela begadang semalaman.”
“Hebat.”
“Mas di sini aja, Mas. Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang. Bokep Jilbab/Hijab Tanpa sadar penisku bereaksi. “Ngapain”
“Lihat laut, ngedengerin ombak, ngapain aja deh. Eh dia lebih galak.”
“Dibalas lagi dong. Dengan lincah Mikha telah duduk di sampingku. Tangannya menggapai kemaluanku yang sudah menegang dan membesar dari tadi. Jangan malah…” Teriak salah seorang temannya. Saat itulah pandanganku bertemu dengan tatap mata seorang gadis yang bergerombol dengan teman-temannya di atap sebuah mini bus. “Tentu dong. Kudorong lagi perlahan, kuperhatikan wajah Mikha dengan matanya yang tertutup rapat, ia menggigit bibirnya sendiri, kemudian berdesah. Usianya baru 17 tahun, tapi tidak mendaftar pemilu tahun ini. “Mau nyoba nggak?”. Aku menjawabnya dengan senang hati. “Mas Joe, kamu tau saja kelemahan saya, saya paling nggak tahan kalo dijilat susu saya…, aahh…”.










