Saat itu aku menjadi panik. Video bokep Kamu tidur..? aku pakai mobil,” teriakku. “Kamu harus mau menjadi pacarku.”
Aih, jadi ini masalahnya. udah dong..” kataku. “Aku sedih..” isakku. ah.. oh.. Hup. sakit nih..” Ya gimana dong? Kami berdua tanpa terasa saling berpelukan, tertawa-tawa, membiarkan adegan tak senonoh itu dilihat orang di sekitar kami. “Bentar saja..” sahutku, dan langsung mengambil kunci mobil dan tanpa menunggu seruan mamaku, aku membawa mobil papa keluar rumah.Di jalan kutenggak teh pahit yang selalu kubawa di saku jaketku. Tapi, yah terkadang perasaan tak dapat selalu ditipu, bukan?Suatu hari aku (karena menganggur sekali) menghabiskan waktu luangku di toko buku Gramedia, di jalan Kertajaya, sekedar membaca-baca buku. Aku mulai jenuh menekan-nekan tanpa hasil. Nia mencondongkan kepalanya. “Ya Tuhan.. ah.. Kuteruskan membuka celana pendeknya, membiarkan pahanya terlihat jelas. “Ahh.. agg.. ah..” kudengar erangannya saat pinggulku bergerak-gerak di atasnya. Ahh, kuelus dan kuraba pahanya tanpa memperdulikan tatapan matanya yang setengah terbuka, menatap protes atas perlakuanku




















