Aku terdiam sesaat. Bokep “Gimana Den? “Mas Den, Aryo boleh ikutan nonton?” tanyanya sambil senyum-senyum. Aku duduk di sebelah Aryo, sambil kuelus punggungnya. Tolong Tante ya?” pinta Tante Ida. Setelah kutekan bel sekali, kakaknya mucul dengan ditemani Billy, anjingnya. “Soalnya saya juga mau”, kataku tanpa rasa dosa, lalu kami bertiga tertawa keras-keras. “Eh, Mas Den, tadi temen Mas nelpon, namanya Reza.”
“Oh ya? “Matamu!” umpatku pelan. Kamu nyesel?” tanyaku. Aryo mengerang keras ketika kupijat perlahan kemaluannya. Tar habis ini saya mau ke tempat DJ”, kataku. Ia diam saja. Terlihat celana dalamnya warna biru, dan sesuatu menonjol. “Duduk sini, Aryo”, kataku sambil menarik tangannya. “Lho, kenapa Mas Den? “Gimana Den? “Lalu kenapa?” tanyaku. Aku bener-bener merasa serba salah saat melihat wajah imutnya agak murung kali ini. Kebetulan, pikirku. Sejak kejadian itu, Aryo semakin dekat dengan saya dan kamipun sering mengulangi perbuatan yang pernah kami lakukan itu.,,,,,,,,,,,,,,,, “Mas Den, Aryo boleh ikutan nonton?” tanyanya sambil senyum-senyum.




















