Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!” bentak pria itu sambil menampar pipi Grace beberapa kali.Grace merasa kini ia tidak punya pilihan sama sekali. Grace serta merta berlutut dan memeluk kaki Bram, gadis itu memohon sambil mengiba-iba agar dirinya tidak digauli lagi malam itu karena sudah sangat lelah.Tapi rupanya Bram tak perduli. Bokepindo jerit Grace sambil mencoba meronta, tapi tangan, kaki dan badannya dipegangi erat-erat oleh enam orang dari mereka. Grace dengan pasrah membuka mulutnya, berharap mereka tidak akan menyakitinya jika ia menuruti kemauan mereka. Dan inget ya, waktu elo nyepong nanti, jangan pake tangan, pake mulut doang! Sambil memaki dan mengutuk, Grace menendang-nendang kakinya dengan panik, tangannya mencoba menarik lepas ikatannya, namun semua pemberontakannya itu sia-sia.Satu demi satu para pria itu melepas pakaian mereka. Ia mulai mengerang dan merintih, tubuhnya mulai menggeliat erotis.




















