Setelah Ambar mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan penisku tetap dipertahankan. Bokep Cina Kedua kakinya masih meronta menendang-nendang tapi kian lemah dan tendangannya bukan karena berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat.Aku menaikkan tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu.Kali ini suara nafas Ambar kian berat dan memburu, “Uh.. ohh.. iya.. Jelas beda dengan waktu-waktu dulu kalau mengintip dia ganti baju di kamarnya. Kusentuh payudaranya dengan kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging.“Koko gila luu yah!” Aku merasakan sensasi aneh melihat payudara dan liang kemaluan adik pacarku ini. Tidak sabar kutusukkan sekaligus.Langsung kukayuh, dan dalam posisi ini Ambar bisa lebih aktif memberikan perlawanan, bahkan sangat sengit.“Aahh Koo Akuu mmoo.. Spermaku menyemprot kencang sekali bertemu dengan semburan-semburan cairan kenikmatannya yang membanjir. mmhh”, Ambar terus meracau.Bosen dengan posisi begitu kucabut penisku dan kusuruh




















