Tak lama kemudian Felicia kemudian membuka kakinya dan membimbing penisku memasuki vaginanya. Bokep Montok Tubuhnya padat berisi. Aku tersenyum. Termasuk jazz yang memang ‘brain music’. Felicia dengan terampil mengikuti tempo kocokanku. Aku memperhatikan sang penyanyi. Lama-lama tempoku makin cepat. Suhu yang dingin membuat kami saling merapat mencari kehangatan. “Kugosok ya.. Ada sensasi yang berbeda bercinta ketika dalam keadaan basah. Kamu tahu jazz scale juga? Dengan usil jariku meraba anusnya, kemudian memasukkan jariku.“Hey.. Sesekali Felicia menggigit bibirku. Masuk aja.”Wah.. Mataku terus menatap matanya sambil sesekali aku tersenyum. Kami saling menjilat dan menghisap.Rintihan kecil dan desahan nafas kami saling bergantian membuat alunan musik birahi di kamar mandi. Beberapa saat kemudian aku berhenti. Aku merasakan saat-saat orgasmeku hampir tiba. Dekat sekali. Setelah clientku pulang aku kembali ke cafe. Gak usah terkejut. Biarkan saja. Tangannya ikut meremas pantatku. Kuusap perlahan. Sesexy penampilanmu” kataku terus terang.




















