Puki! Bokep Jepang Nanti bersihkan ruanganku juga, ya.” Umi mengangguk.Daripada menunggu si manajer produksi kembali, Umi berpikir lebih baik ruangan itu disapu sekarang saja, mumpung penghuninya yang sangar sedang di luar. Orang itu, yang sekarang berjalan ke arah Umi, bernama Ramses, Manajer Bagian Produksi, berumur 40-an tahun, bertubuh besar seperti beruang, botak, alisnya tidak ada, dan terkenal galak. Dan pernah juga dia dihardik Pak Ramses hanya karena dia bekerja sambil ngobrol.“Malam Pak Ramses,” sapa Umi sambil menghindar.“Malam,” balas Pak Ramses tanpa ekspresi, sambil berjalan melindas kumpulan kotoran yang disapu Umi.Sepertinya Pak Ramses bukan keluar untuk pulang, dia tidak membawa tas dan lampu ruang kantornya menyala. Umi menyadari keadaan, dan kembali panik, memohon untuk dilepaskan. Dia membelakangi Pak Ramses sehingga tak bisa melihat apa yang dilakukan si manajer, tapi kalau dia menengok, dia akan melihat Pak Ramses mengendus jari yang baru dicolekkan ke kemaluannya. Tolol! Ruangan Manajer Produksi berisi meja tempat Pak Ramses bekerja, membelakangi




















