“Ini, ini KTP saya, kalau-kalau mbak fobia saya melakukan jahat, sangat gak mbak tau identitas saya…” Ujarku seraya menyodorkan KTP dari dalam dompetku.Ia juga tersenyum, “Tidak perlu, mas. Bokep HD Gisell juga segera mengisi eksemplar isian yang diberikan, kemudian masuk pulang ke dalam mobilku.“Terima kasih tidak sedikit ya Shan telah membantu…” Ucapnya begitu masuk ke dalam mobilku. Ku dekap tubuh Gisell, ku kecup lehernya dari belakang. Mogok, gak tau kenapa…” Jawabnya pelan. Ku jajaki memejamkan mataku.Belum sempat terlelap, pintuku diketuk pelan. Daripada kenapa-kenapa di jalan sebab ngantuk…” Tanya Gisell. Tangannya bergantian meremas rambut dan mencengkram punggungku.Ku dorong tubuh Gisell supaya terbaring di kasur. Shan, udah nyaris pagi. Kalau mas?”
“Aku Shandy, mbak…”
“Gak usah pake mbak, Gisell aja mas..”“Jangan gunakan mas pun kalau gitu, Shandy saja…”
Ia juga tertawa kecil mendengar jawabanku. Orang tuaku bermukim di lokasi tinggal yang di Kelapa Gading.




















