Sementara itu Kholis memegangi kedua belah tangan aku. Bokepindo Di Penthouse ada bagian bernama Penthouse Letter yang
isinya adalah cerita tentang fantasi ataupun pengalaman seks seseorang. Aku tidak pernah menyadari bahwa aku salah. Ketika aku
keluar dari kamar ia mengikuti aku.Aku duduk di sofa di ruang TV. Mungkin
dia akan menghadapi mid-test atau semacamnya. Aku tidak tahu apa namanya, tapi aku tidak bisa membayangkan untuk
memakainya.Dia tertawa melihat aku kebingungan. Ia masih belum mau melepaskan aku.Tetapi kemudian anak aku menangis, aku meronta dan memaksa ingin melihat keadaan anak aku. Kami makan sambil berdiam diri.Sejak saat itu, Bari tidak pernah datang lagi. Di Penthouse ada bagian bernama Penthouse Letter yang
isinya adalah cerita tentang fantasi ataupun pengalaman seks seseorang. Aku heran, aku tidak menyadari bahwa aku sangat haus saat itu. Selain
rasa kantuk, aku merasa sangat seksi.Karena aku mulai tidak kuat untuk membuka mata, Kholis lantas menyarankan agar aku pergi tidur saja.




















