Ha… ha… burungnya besar-besar lho.., dan penuh di mulut gue… ha… ha…” isi emailnya.Sialan.., aku kesal tetapi tersenyum juga melihat isi emailnya. Cukup beruntung, setengah jam Santi dan Dewi dapat kukalahkan, dan seluruhnya berhasil kulucuti pakaiannya, sementara aku baru sebatas telanjang dada saja.Permainan kami hentikan, dan aku memulai meraba tubuh Santi yang memang lebih seksi dibanding kakaknya Dewi. Bokeb Aku tidak mau keluar untuk yang kedua kalinya. Sementara aku meraba-raba rambut kemaluannya yang lebat dan lurus. Istriku? Baunya agak berbeda dibanding Dewi, Santi lebih harum. Aku tidak mau keluar untuk yang kedua kalinya. Seperti reuni begitulah gambarannya. Aku tidak mau keluar untuk yang kedua kalinya. Aku terpaksa memohon untuk menutup rahasia ini dari istriku, dan sebagai balasannya kami bertiga akan bercinta.Kami janjian di rumah Dewi, mula-mula kami bermain kartu, akhirnya Santi menawarkan strip poker.




















