Namun aku tak peduli dgn paha yg indah padat dan putih terbuka cukup lebar itu. Bokeb Terasa begitu hangat sekali hembusan napasnya.“Lidya..”Aku tersentak ketika Lidya melucuti pakaiannya sendiri, hingga hanya pakaian dalam saja yg tersisa melekat di badannya. Namun aku masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulakukan. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aku meminjaminya. Namun Lidya malah menaruh hati padaku.Sedangkan aku sendiri sama sekali tak peduli, tetap menganggapnya hanya kawan biasa saja. Hanya saja Bapak belum bisa membelikannya. Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Namun aku tak peduli dgn paha yg indah padat dan putih terbuka cukup lebar itu. Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Tak ada yg istimewa.




















