“Adik-nya jurusan roman-romanan, Mbak-nya jurusan … “ Aku
tidak melanjutkan kata-kataku, tangan Mbak Mira sudah lebih dulu memencet
hidungku. Hampir jam 10 malam
kami baru keluar dari mall. Bokep Tobrut Setelah itu
diangkatnya kaosku, dilepaskannya sehingga aku bertelanjang dada. Dan …
“mmmmhhhh ….” bibirnya sudah menyerbu bibirku dan
melumatnya. Saat
di kamar mandi, dan saat mengulangi sekali lagi di kamarnya. “Tapi Rah, sore ini aku mau ke kampung. Dari wajahmu itu kelihatan kalau kamu dari
tadi bete,” aku hanya diam sambil merasa heran karena apa yang dikatakan Mbak Mira
itu betul. Pelan-pelan kurebahkan Mbak Mira
yang masih memejamkan mata sambil mendesis itu ke lantai kamar mandi. “Mbak cakep deh kalau marah-marah,” makin Mbak Mira marah,
makin menjadi pula aku menggodanya. “Adik-nya jurusan roman-romanan, Mbak-nya jurusan … “ Aku
tidak melanjutkan kata-kataku, tangan Mbak Mira sudah lebih dulu memencet
hidungku. Bisa nggak dapet bis
kalau kesorean,” jawabku. Kulirik arloji menunjukkan
jam setengah 9, berarti Mbak Mira terlambat setengah jam. “Cuman sebentar kok Dik. Bisa nggak dapet bis
kalau kesorean,” jawabku.




















