Aku jelas melihat Tini memeluk tengkuk Gimun. Dia tertunduk malu. Bokep Tante Aku berpindah ke batu yang lain dengan sangat hati-hati agar tidak ketahuan. Aku dengar, ibunya mau mengantar pulang rantang dan piring bekas makan. Mulanya dia meronta-ronta. Mereka berpelukan dan berciuman, seperti sepadang kekasih dengan sangat mesra sekali. Saat ibu Gimun mencuci memeknya, aku mendekat. “Mari sini, biar aku pangku,” kata Gimun. Keduanya anak Pak Musroh.Dari gelagatnya aku sudah curiga. Aku dengar, ibunya mau mengantar pulang rantang dan piring bekas makan. Benar kecurigaanku terbukti. Aku dengar, ibunya mau mengantar pulang rantang dan piring bekas makan. Setelah memakai celananya, Tini dengan tenang berjalan di pematang sawah menuju dangau mereka yang terbua dengan ketinggian dua meter. Akhirnya ibu Gimun diam dan membiarkanku merabai tubuhnya. Dengan mengendap-endap kami berpisah. Gimun berjalan tenang dan aku membuntutinya dengan mataku dari kejauhan.




















