Apa yang kami minta selalu bisa dipenuhinya. Termasuk saat bercerai dengan Papa. Bokepindo Berjumpa dengan Willy keesokan harinya aku jadi rada-rada grogi. Segera kuambil minuman dingin dari lemari es. Segala biaya hidupnya, Mamaku yang nanggung. Si Mimi enggak bohong. Tinggallah Mamaku dan Willy disana. Ia menggelinjang-gelinjang sambil merem melek menikmati hajaran kontol Willy yang luar biasa itu di memeknya. Jangankan aku, cowok lain pasti juga penasaran. Mataku langsung menatap ke arah kontolnya. Gila aja kontol bisa segede itu! Tubuh si Mimi sampai terdorong-dorong ke depan karena hentakan itu. “Gila lo,” kata Mimi. Cepat. Kali ini aku bisa melihatnya lebih jelas. Selama ini kupikir kontolku sudah paling gede. Aku beraksi seperti tidak terjadi apa-apa disitu. Karena hidup dengan Mama sejahtera, maka aku memilih untuk tinggal bersamanya sejak ia bercerai dengan Papaku setahun yang lalu.Papaku yang cuma bekerja sebagai pegawai rendahan, mana bisa memenuhi kebutuhanku yang doyan hura-hura.




















