Perbuatanku memukul perut rupanya diketahui oleh Pak Tris dan istrinya.“Kenapa paak..”, tanya mereka hampir serentak. Bokep Tante bu Risma langsung mencubitkan tangannya di pahaku sambil berkata pelan,
“Awas…, yaa…, nanti saya gigit punya bapak.., baru tahu”, sambil terus berjalan.Sekarang muncul lagi Nining dan kembali meletakkan makanan sambil membungkuk dan kembali terlihat buah dadanya dan kepingin rasanya kupegang. “Buu…, lebih baik kita bicarakan dengan Bapak sekalian agar bisa tuntas.’
“Ayoo…, kita temui Bapak di kebun’ ajakku.Karena Pak Tris sudah tahu dan mungkin dari sekretaris kantor, lalu aku terangkan semuanya dan apa yang menjadi pertimbanganku dan yang lebih penting soal pesangonnya yang spesial dan cukup besar. Pada mulanya, di wajah Pak Tris kulihat ada perasaan kurang senang, tetapi setelah kuberikan penjelasan dan kuberitahu besar uang pesangonnya, Pak Tris dengan wajah berseri malah berbalik bertanya,“Paak…, kapan uang pesangonnya bisa diambil…, saya mau gunakan untuk kebun saya ini dan ditabung”.Aku jadi lega bisa menyelesaikan masalah ini dan sekaligus dapat vagina




















