Aku segera turun dari meja, mengangkanginya. Bokep Colmek Tapi, aku belum pernah meniduri perempuan. Kamu masih ingin?” Aku menggeleng.Kak Edo mendadak nampak khawatir.“Kenapa?”
“Saya… semalam saya datang bulan.”
“Oh… mens ya?” Aku mengangguk.Kak Edo tersenyum,“Kalau begitu, kita berpelukan saja seharian ini.” Aku tdk tahu harus berkata apa.Untuk sementara, hari- hari ini adalah hari bahagiaku. Tunggulah, ya? Mungkin seharusnya… aku tdk berbuat itu terhadapmu.”
“Berbuat apa?”
“Kemarin, kita… seks. Aku sungguh mau menjadi budaknya.“Haaahhhhh…. Mengenakan pakaian lengkap seperti biasa.Tubuhku terasa lelah sekali… hari belum larut saat aku membenamkan wajahku di kasur. Ggrraaahhhhh….. Lengket.Aku melepaskan ikatan rambutku, tergerai sampai ke ujung putingku. Aku tersenyum, menyambutnya di hari yg baru.“Met pagi, tuan…”
“Met pagi…”
“Sarapan?”
“Ehm… ada kamu kan?”
“Kok ada saya?”
“Iya, saya mau sarapan kamu”
“Hihihi….




















