“Mulai hari ini sampai batas waktu yang aku tentukan nanti, kita akan sering melakukannya. Kami hanya bisa menangis, memohon belas kasihan orang-orang bank itu. Bokep Aku pergunakan uang itu untuk biaya pengobatan Abah dan makan sehari-hari. Ketika kontolnya sudah benar-benar lemas lunglai, barulah Pak Kusrin mencabutnya dan rebah disampingku.“Wati, kamu tadi menjepit kotol saya sehingga saya tidak bisa mencabutnya. Sesekali aku jilati ujung kontolnya sambil beristirahat. Sia-sia sudah semua jerih payah selama masa kuliah dulu. Namun Pak Kusrin sepertinya sengja tidak mencabut kontolnya dari memekku. Tubuh kami sudah bermandi keringat. “Ssssshhhhhh …. Syukurlah, dokter bilang kondisi Abah sudah banyak kemajuan. Pak Kusrin begitu menikmatinya sehingga dia mengerang, mendesis bahkan kadang bergumam tidak jelas. Bahkan dia beberapa kali mendorongnya agar masuk lebih dalam. Aku terkesiap. Ergesekan kotol Pak Kusrin dan memek ku mengeluarkan bunyi berdecak-decak. Kedua kakiku kini menjuntai lemas. Pada bulan ke-enam, kami sudah tidak punya apa-apa lagi yang dapat kami jual, sementara




















