Aku terus menciumi leher dan meremasi dadanya. Bokep Tobrut Kami sempat saling salah tingkah pada menit-menit pertama Alia masuk ke kamar hotel. Kugeser-geser, kugosok-gosok, dan.. Masih ada “rem”nya. Selama sepuluh hari ini dia sama sekali tak mengizinkan aku melihat tubuhnya yang tertutup pakaian, apalagi menyentuh. Aku tak langsung menubruknya. Rangkulan di bahunya kupererat lalu kuciumi wajahnya. Dagunya kugigit pelan, Alia melenguh Lehernya kutelusuri dengan bibirku, Alia mengkikik. Alia menahan. Telapak tanganku memberi sinyal bahwa buah yang tak begitu besar itu keras dan membulat, ternyata. Baginya tak problem asalkan bisa memuaskan pacarnya. Pun masih kurasakan getaran itu walau aku sudah rebah lemas di atas tubuhnya.“Oh, udah gelap,” katanya mengejutkanku. Tak ada tanda-tanda penolakan. Ketika hal ini kuutarakan, Alia berjanji nanti pada malam terakhir dia di Jakarta akan minta izin menginap.Tibalah saat yang kunantikan. Diapun tak berusaha mencegah ketika celana dalam yang masih di pahanya itu kutarik lepas kembali.




















