sekarang Juragan minta saya buka juga kain batik coklat yang saya pakai.Mungkin karena tadi saya malumalu dan lambat sekali waktu buka kemben, Juragan mendekati saya dan menyingkap kain batik saya. Bokep Montok Nggak apaapa nggak bayar, katanya, tapi besok kamu keluar dari tempat saya. Saya nggak punya uang, jadi saya cuma bisa bilang maaf, dan si ibu malah ngancam secara halus. Saya sendiri tidak merasa cantik. Saya sampai nggak bisa ngomong, cuma bisa ndesah dan njerit nggak karuan.Saya berusaha minta Juragan jangan kencangkencang, tapi beliau tidak mendengarkan. Badannya besar dan perutnya gendut.Sekali dua kali saya dan Simbok pernah menari di depan tokonya, dan pegawaipegawainya memberi kami uang tapi beliau tidak. Basah dan hangat. Sampai nggak tega saya melihatnya.




















