Kulihat si Akbar masih ngobrol dengan Cia dan tunangannya. “Malam Pak Robert..” seorang wanita cantik tiba- tiba menyapaku. Bokep Montok “Sarah lebih suka dientotin Pak Robert.. Nanti kalau ketahuan suamiku bisa gawat” jawabnya perlahan sambil tersenyum.“Kalau nggak ketahuan gimana.. Cia hanya tersenyum manis saja dilihat dengan penuh nafsu seperti itu. Setelah beberapa menit aku turunkan tubuhnya dan aku suruh dia menungging sambil berpegangan pada tepian meja. Kamipun lalu berbincang-bincang sekedarnya. Pak Arief tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain.Memang payah juga bapak yang satu ini, tidak bisa membahagiakan istrinya. Kutarik tangannya agar berdiri, dan akupun tiduran di atas meja meeting di ruangan itu. Kasihan, pikirku. Kasihan juga Pak Arief, pikirku geli. Tampak dari cara bicaranya dan cara dia memandangku. Sesampai di ruang resepsi tampak Akbar sedang mencari aku.“Hey man.. Nanti kalau ketahuan suamiku bisa gawat” jawabnya perlahan sambil tersenyum.“Kalau nggak ketahuan gimana.. God..” jawabnya. Memang kami sengaja tidak mau telanjang bulat karena kondisi yang




















