Begitu gunung kembarnya kuremas, Vina langsung terpancing. Ketika itu datang Vina menghampiriku,“ Hey mas boleh kenalan nggak perkenalkan namaku Vina,”, sapanya dengan senyum manis yang menggiurkan,“ Ouwh… Boleh boleh kog ”, jawabku kaget karena dia tiba-tiba saja muncul,“ Kalau ada kesempatan aku mau dong mas jadi model untuk media Mas…hhe ,kalau aja ada kesempatan buat aku mas …hhe”, ucap tawarnya padaku,“ Hmmm… kok kamu bisa tahu sih kalau aku fotografer, emang kamu tahu darimana ? Bokep Cina Matahari mulai menghilang dari peredarannya, pemotretan di kolam renangpun aku akhiri dan dilanjutkan di kamar Hotel. ” ucapku mencoba menggali lebih dalam tentang Vina,“ Demi karir aku mereka selalu suport aku kog Mas, Karena mereka memang membutuhkan uluran tanganku, Sehingga mereka tidak akan protes sedikitpun dengan langkahku”, jawabnya dengan wajah menunduk dihadapanku,“ Ouwh gitu ya Vi… aku bisa bantu kamu Vi biar bisa tenar, tapi resikonya karena kamu mesti korban harga diri , intinya siap mental aja










