Tak terasa, kami berdua seperti bermandikan pejuh. Bokep SMA Bau lendir khas wanita semakin kuat menusuk hidungku. Kadang pelan, kadan kencang. Rambut panjang sebahu dan berkulit putih bersih.“Ayo, masuk..” pintanya sembari memberi ruang duduk di sampingnya.Raut mukanya tampak gembira ketika menatap wajahku.“Ke hotel xxx, ya Pak” ujarnya pada sang sopir taksi.Di dalam taksi, duduk berhimpitan bersama laras, aq seperti dibawa terbang ke langit tujuh. Mungkin karena sudah tak tahan dia menarikku berdiri dan mengajakku ke tempat tidur.Dia ingin memeknya segera kugenjot di atas ranjang. Aq terbaring lemas disisinya. Kutekan lidahku ke lubang memeknya yg kini agak terbuka. Kubuka bibir memeknya. Hmmm.. Nafasnya pun semakin kencang.Tak lama kemudian, akhirnya aq sampai ke puncak. Memeknya basah dibanjiri oleh lendir dan air liurku. Kusukkan lagi batang k0ntolku perlahan-lahan. Bersandar pada tubuhku, Laras lunglai seperti tak bertenaga. Lemah lembut tapi sungguh luar biasa dahsyat. Laras terlihat lemas lalu tertidur.Melihat Laras begitu, dan hujan masih belum reda, nafsu birahiku




















