Sementara di tengah remang- remang cahaya ruang bioskop, bisa kulihat Tia hanya memejamkan matanya dan menahan suara desahannya agar tidak keluar.Untung tidak banyak penonton di ruangan itu dan untung pula di deretan bangkuku hanya ada aku dan Tia. Bokep SMA Selesai membeli makanan dan minuman, saya menghampiri Tia untuk menanyakan apakah dia sudah mendapatkan film yang ingin dilihat.Dia mengganguk dan saya pun membeli tiket untuk kami berdua. “Beres… pasti aku bayarin.. “Cihuyyy…” akhirnya Tia memberikan juga nomor hpnya kepada saya.Malam itu Tia mengirim sms kepada saya, yang mengatakan bahwa dia masih bingung mengenai pembayaran tekoran itu. Cuppp… akhirnya bibirku pun bersentuhan dengan bibirnya.Tidak ada tanda penolakan dari Tia, akhirnya kumasukkan lidahku ke dalam mulutnya berusaha mencari lidahnya. Tidak puas dengan hanya aku yang aktif, akhirnya kupegang tangan Tia dan kuarahkan tangannya untuk memegang kontolku dari bagian luar celana.




















