Mengantisipasi cubitannya yang menyakitkan, kedua tangannya kutangkap dengan cepat. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. Bokep Indo Kamu sendiri kenapa mau?”, jawabnya yang dilanjutkannya dengan pertanyaan. Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya.Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. “Mbak, jangan nyubit lagi Mbak, ampun Mbak..”, katau meminta belas kasihannya. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. Seusai mengulang dan merubahnya hingga kurasa cukup, kuhentikan kegiatanku tersebut. “Kamu sudah makan Tok? Berusaha menyembunyikan pikiranku kujawab seadanya, “Ah nggak melamun kok, cuma membayangkan rasanya dicubit hantu seperti yang Mbak tadi bilang”. Hampir jam 3 sore tahu!”, tanyanya yang kemudian dijawabnya sendiri dengan menunjuk jam tangannya.Tanpa komentar sedikitpun aku meninggalkannya menuju kamar mandi sambil membawa pakaian ganti yang telah kuambil dari dalam tasku.




















