Akhirnya aku menyetujuinya. Bokep Tobrut Aku sungguh bodoh, ranti yang dibawah tekanan orangtuanya masih saja kuberikan beban yang akan terus merasuki pikirannya. Aku bingung harus bagaimana, lalu Syamsul cuma nyeletuk,
“Din… Din… Emang lu mau nombokin dulu?…”, membuat aku tidak enak hati, masa aku harus biarkan gadis ini tidak bisa membawa kendaraannya?“Ya sudah, saya tinggalkan KTP dulu, nanti pulang kuliah, saya singgah lagi. Sungguh kejam diriku, aku pun tidak berani membalas smsnya. Ku telpon gadis itu dengan hp-ku, tiga kali ku telpon tidak satu kali pun diangkatnya. “Lubangnya lebar mbak, mesti ganti ban…”, jawabku. Melihat demikian aku menjadi iba, akupun pupuskan rencanaku untuk meneruskannya. “Ini loh ma yang tadi pagi Anti cerita…”, kata ranti menjelaskan ke ibunya. Setelah ranti datang dan masuk ke kamar, ribuan serangan rayuan ku gencarkan hingga ia terbuai.Awalnya kami hanya duduk berdekatan di ranjang, hingga berpelukan dan ciuman.




















