Yoga ternyata begitu cemburuan. “Kita kan sama-sama sudah ada yang punya, Mas.., nanti kalau ketahuan gimana?”
Nah, kalau sudah sampai disini aku merasa mendapat angin. Bokepindo Jari telunjukku membelai-belai sejumput daging kecil di dalam lepitan celahnya, sehingga Eksantipun semakin merasakan nikmat semata.“Kamu mau mencium kejantananku nggak, Santi?”, tanyaku tanpa malu-malu lagi. kamu Santi, jangan deket-deket acchh.., aku masih kesel nih!!”, gumamku berpura-pura sambil mencoba membalas senyumannya. Aku meringis.“Kalau punya Mas yang sekarang, kayaknya Santi nggak bisa?”, ujarnya. Aku akhirnya meminta ijin kepada Eksanti untuk mandi. “Yang sekarang kayaknya nggak muat di mulutku, soalnya rasanya tambah besar dari yang dulu..”, selesai berkata demikian Eksanti langsung tertawa kecil. Aku membuka telapak tanganku, sehingga jempolku bisa menggapai permukaan dadanya sambil tetap membelai lembut pangkal lengannya. Makanya besok sengaja aku memilih waktu sore hari karena aku ingin mengajaknya menginap, kalau dia mau. Masing-masing kamar kelihatan tertutup pertanda tidak ada kehidupan di dalam rumah itu.




















