Aku angkat telepon itu dan terdengar suara perempuan.“Mana utang lu?!” tanpa ucap salam atau basa-basi.“Maaf, tante, udah seminggu ini aku sakit, jadi ngga bisa keluar rumah.” aku mencari alasan padahal aku gak punya uang.“Emang sakit apaan?” tiba-tiba ada yg menepuk pundakku dari belakang.Ternyata si tante itu sdh ada di belakangku. Oooohhh…” desahnya penuh nikmat.“Iya, mbak.” aku menyahut.Mbak Hesti lalu menarikku ke pelukannya, bibirku langsung dilumatnya mesra. Bokep Mama Kupilin-pilin putingnya yg sebelah kanan, sementara yg sebelah kiri kuisap-isap seperti bayi.Aku naik ke atas sofa, kutarik kaosnya hingga terbuka. Dan akhirnya si tante yg memulai pembicaraan duluan.“Kenapa loe diem aja?” tanyanya.“Ah, ngga, tante. Mana nomer HP lu?”Aku pun memberikan nomer HP-ku dan cewek itu me-miscall untuk ngecek kebenaran nomerku. Mbak Hesti meremas-remasnya.“Buka dulu bajunya ya, Jar.”
Kami pun membuka baju satu persatu sampai telanjang. Creett..! Gairahku semakin tinggi dan tak bisa kutahan lagi.




















