Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. “Eeehhh…” erangku juga. Bokep Mama “Ya nggak usah dibuka” ujarku, “Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku”, bujukku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Kini aku lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari pundak sampai lekukan pantatnya. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin ‘berkenalan’ dengannya. Ia dan istriku sudah merebahkan badannya di tempat tidur, kemudian aku menghampiri istriku langsung memeluknya dari atas. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan




















