Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.“Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.“Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.“Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.Aku tidak bisa langsung menjawab. Bokep Family Aku hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dilantunkan pengunjung secara bergantian.Tapi sungguh tidak diduga sama sekali ternyata gadis itu tahu kalau aku sejak tadi memperhatikannya. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang.Terus terang waktu itu aku sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Dan memang semua ini bisa terjadi karena keisenganku, bermain-main api hingga hampir saja menghanguskan mahligai rumah tanggaku yang damai. Seharusnya kamu bilang sejak semula…”, kataku mencoba menghibur.Reny hanya diam saja. Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Aku jadi keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desakan gairah membara yang




















