Kami lalu duduk di sofa kulit empuk. Bokep Indonesia Hehehe.TAMAT Tangan kananku menyelinap masuk ke dalam blazer sekaligus BH-nya, wah hangat. Walaupun tidak membuka mata tetapi senyumannya mengembang, masih sambil menghisap jempolnya. Bahkan malam Minggu pun saya masih menginap di sana. Entah kenapa, saya merasa nyaman dan jantan sekali. Langsung saja kuangkat pantatnya lalu, bless.. Lebih baik besok senin dimarahi sama boss daripada melewaktan kesempatan emas, hehehe. Toh, lagipula jelas Kiko sadar dan pasti merasakan kalau si Jendral tegak di dekat kepalanya, lalu tanganku menyelinap ke balik jas hitamku mengelus paha mulus Kiko. “Samui desuka?” (dinginkah) tanyaku. Walaupun udara kamar tidak terlalu dingin, namun tetap saja kulit kami merinding terkena dinginnya udara pagi. Kiko mulai mengerang-ngerang tidak karuan. Setelah kurang lebih 10 menit menggenjot liar, akhirnya saya cabut si Jendral, lalu kubalikkan tubuh Kiko. Selanjutnya kami masih kadang beremu walaupun no strings attached tetapi ya bukan sekedar weekend fling saja. Woow… rasanya panas, kontras




















