Pakaian atasannya terbuka memamerkan buah dadanya yang masih kencang dan besar. Ia sudah menyadari kehadiranku rupanya. Bokep China Sebentar lagi pagi menjelang. “Baru pulang Tom?” kata Willy menegurku. Aku benar-benar terbius birahi melihat detik-detik Willy menumpahkan spermanya di mulut adikku itu. Biasalah, ngabis-ngabisin duit Mama. Kulihat ia menolehkan wajahnya yang cantik memandangku yang sedang berdiri mengangang sambil ngocok. Karena ada bantuan penerangan dari lampu lemari es. Biasalah, ngabis-ngabisin duit Mama. Lagian kelakuanku dan adik-adikku juga enggak beda-beda amat sama Mama. Padahal sebab perceraian kedua orangtuaku itu adalah jelas-jelas karena kesalahan Mama. Gila aja. “Yap,” sahut Willy singkat. Setelah membalik-balikkan badan beratus kali di atas ranjangku yang empuk, barulah aku bisa tertidur. Malu. Meski begitu, aku dan adik-adikku tetap aja kompak membela Mama.Soalnya belain Papa juga enggak ada untungnya.




















