Aku jadi kasihan padanya. Vidio Porno Isteri?”“Ndak. Di sana sudah kusiapkan pil anti hamil yang kubeli di rumah obat sewaktu jam makan siang tadi dan uang tunai yang kutarik dari bank-ku tiga juta. Kentara soda dingin itu sangat dia nikmati. Tigapuluh juta aku juga sanggup bahkan lebih.” Aku tahu aku berkata jujur.“Om, aku minta sepuluh juta saja, tapi Om belikan aku pil anti hamil.”“Kamu sungguh-sungguh Ermita?”, aku menoleh sejenak melihat ke wajahnya*”“Ya”, katanya pendek.“Mengapa tidak 30 juta? Untung deh bukan aku yang ngerjain Om.”Aku bergidik, kurasakan keringat dingin memercik. “Ermita kamu sudah siap pulang?”, dia kelihatan linglung kebingungan, barangkali heran kok dia ada di kamar yang asing. Kujilat terus sampai air kewanitaannya tergenang membanjir mendekati orgasme. Duhhh nikmatnya. Aku hanya memikirkan kenikmatan bagi diriku, hendak mereguk dia sepuas-puasnya, karena bukankah ini adalah jual-beli? Aku yakin belum banyak yang diperbuat Andi pada dirinya sewaktu aku membuka pintu depan dan melihat mereka di ruang tamu.




















