Norzalina masih berusaha melindungi dirinya dari terkaman mertuanya. Pikirannya yang menerawang sambil sibuk membasuh piring sisa santap malam membuatnya tidak bersiaga dan tak sedar saat seseorang berjingkat memasuki dapur.“Oough..”, Norzalina terpekik saat sebuah lengan yang kekar melingkar di pinggangnya yang ramping dan di saat bersamaan sebuah kecupan yang ganas mendarat di tengkuknya, menembus kerudung yang dikenakannya. Bokep Montok “Baiklah, Lina, karena bapak cuma tiga hari di sini, abang akan tunda perjalanan ke Kedah sampai beliau kembali ke kampung”, kata Ali. Mata liar pak Dollah tak lepas melahap tubuh mulus Norzalina yang tengah mencuci baju.Seingat pak Dollah, dia tidak pernah melihat tubuh menantunya dalam keadaan terbuka dengan hanya terbalut kain setinggi dada. Sebaliknya, pak Dollah makin bersemangat. Pak Dollah lebih banyak berbincang dengan Ali, sedangkan Norzalina lebih sering menghindar dan meminta mak Siti, janda tetangga sebelah, untuk menemani menjaga Hafiz setiap saat Ali harus pergi mengajar.Namun, naas menimpa pada malam terakhir.Seusai santap malam, Norzalina sibuk




















