Setelah setahun kuliah di Jakarta, Doni & Windy tidak betah, dan akhirnya mereka berdua pindah ke Surabaya (di universitas & fakultas yang sama).Ketika pertama kali saya bertemu dengan Windy, saya terpana dengan parasnya yang cantik. Bokep Mama kamu..”“Dino.. kamu sunguh-sungguh cantik.. Bukannya aku nggak cinta Doni. hh.. Ntar ku ambilin.”Ketika aku memberikan handukku kepada Windy, terlihat tali BH Windy yang berwarna hitam di bahunya. Windy kaget, karena ada sesuatu yang menekan perutnya.“Eh, aku mandi lagi ya No.”, kata Windy buru-buru dengan muka yang memerah. Ohhmm.. mmhhmm.. mm.. Seakan-akan Windy adalah pacar saya sendiri (apa karena Doni dan saya kembar, jadi saya merasakan hal ini ya?). hh.. Aku pulang dulu deh ya No.”Yaahh.., sebentar banget aku sempat ketemu dengan Windy, pikirku.:((Kemudian Windy keluar menuju motornya. Bahkan Doni tidak pernah bisa membuatku jadi gila seperti ini..




















