batinku Ibu Loni mulai bersandiwara lagi. Bokeb plak.. , lumayan juga kemaluanmu”.Malu sekali aqu mendengar komentar Ibu Loni tentang ukuran kemaluanku, yg ukurannya hanya
standar Indonesia. “Uhh Pendhos.. kita pindah keranjang saja”, pintaqu,Sambil terus berpelukan dan berciuman kita berdua berjalan menuju ranjang. Ibu Loni pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM.“Hi.. Ibu lemas sekali”.Aqu angkat badan tengkurapnya, Ibu Loni pasrah dalam posisi nungging. “Tunggu sebentar ya Pendhos, kemudian Ibu Loni masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian
Ibu Loni keluar dari kamarnya dgn senyumnya yg menawan. Ibu lelah sekali sayg”, Lirih sekali suara Ibu Loni.Aqu sudah tak peduli, langsung kutancapkan kemaluanku ke lobang nikmat Ibu Loni, Bless.. Anwar sudah
selesai kamu kerjakan atau belum?”.“Oh.. Pendhos.. “Memangnya ada apa Ibu mencari saya?”.“Mengenai proposal yg kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada
beberapa kekurangan yg harus ditambahkan.




















