Sampai ia tidak tahan dan memutuskan aku 2 tahun yang lalu. Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Bokep STW Selalu saja kami gagal bubaran kalau kami saling bertemu. “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Bule-bule itu minum dan tertawa, ditemani wanita mereka yang tidak kalah menggelikannya. Selalu saja kami gagal bubaran kalau kami saling bertemu. “Hey Ricky.”
Aku mendongakkan kepala. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku.




















