Kami sudah demikian hanyut dalam kenikmatan sampai dua SMS yang masuk ke HP-ku pun tidak mengusik kami. Kemudian aku mulai menggoyangkan pinggulku pelan-pelan.“Enak say? Bokep Jepang Yang keras pencetnya!” desahku makin gila bersamaan dengan birahiku yang makin tinggiHentakan badanku makin keras sampai kepala penis itu terkadang menyodok-nyodok rahimku. Emang kenapa harus tegang”“Soalnya gua mau dilukis agak beda gitu loh”“Bedanya gimana Ci? nggak nyesel kayanya gua cape-cape duduk telanjang selama ini yah, ya nggak Lix?” kataku sambil menolehkan wajah melihatnya yang sedang memperhatikanku yang tanpa tertutup sehelai benangpun dengan wajah memerah.“Eh.. Kami berpelukan erat dan kembali berciuman dengan penuh gelora.Sambil berciuman tangannya menjalar turun mengelus punggungku dan meremas kedua belah pantatku. Felix makin merintih keenakan dibuatnya, tanpa disadarinya pinggulnya juga bergerak maju-mundur di mulutku.Tak lama kemudian muncratlah cairan kental itu di dalam mulutku yang langsung kusedot hingga tuntas.




















