“Enak saja, aku yang rugi Mbak, perusahaan tidak mengasuransikanku dari cubitan”, kataku serius.Tak lama kemudian pesanan kami datang. Beberapa saat kemudian tubuh Iswani bergetar seiring dengan klimkaksnya. Bokep Arab Mbak..”. Kaki kirinya kuangkat sedikit keatas dan kuletakkan diata pinggulku sehingga batang kemaluanku yang telah mengeras dapat masuk dengan posisi miring. Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya. “Mana bisa aku menolak dibawah ancaman cubitannya Mbak”, jawabku bergurau. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. pasti belum, kalau tidur kamu kok kuat sekali!”, omelnya. Setelah kukenakan celana pendek kubuka pintu, ternyata yang ada dihadapanku adalah Iswani yang telah kembali balik kekamar setelah keluar entah kemana dan berapa lama. Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yang ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja.




















