Dhea merasakan mulutnya terisi oleh semburan sperma yang hangat dan lengket, dan ia berusaha untuk menelan semuanya, tapi sperma itu tetap mengalir keluar dari sudut mulutnya, mengalir ke dagunya.Semua laki-laki itu tertawa ketika Dhea merangkak mendekati laki-laki berikutnya. Bokep Montok Ia sedang berjalan menuju mobilnya ketika segalam tiba-tiba menjadi gelap. Dhea mulai menangis dan meronta-ronta ketika dirinya diseret mendekati kuda yang ada di dalam kandang. Kepalanya seakan-akan ingin pecah. Mereka akan menyiksa Dhea dulu dan akan butuh waktu lama dan menyakitkan sebelum ia bisa mati. Kita udah lama nunggu nggak sabar bersenang-senang sama lo!” Kemudian laki-laki itu berkata bahwa Dhea telah disergap dari belakang dan kepalanya dipukul hingga pingsan dan dibawa ke sebuah rumah kecil di dekat Pelabuhan Ratu, di sebuah desa kecil jauh dari manapun.Laki-laki itu mendekati Dhea dan berkata bahwa ia dan teman-temannya tidak segan-segan membunuhnya jika ia tidak menuruti semua perintah mereka.




















