Setelah Tiyas menyelesaikannya, sempat kami sejenak mengobrol sebelum akhirnya Tiyas pamit untuk pergi.Setelah Tiyas pergi, Fredigan sedikit menyesal kenapa aku tidak memanfaatkan momen berdua tadi dengan meminta nomor telponnya, “Aaarrrggggg”. Bokep Nih aku belum apa-apa tau, tanyakuIya say lanjut aja Tiyas siap kok, jawab Tiyas.Lampu hijau nih aku mulai memasukan Penisku ke memek Tiyas lagi Tiyas sangat menikmati tusukan Penisku ke liang Memeknnya.Sayliss..ya keeluarrr, dan pada saat itu cairan putih itu keluar. “Oh iya, ada apa Fredi??”. Aku hanya memiliki tinggi 166cm, badanku yang gak sispack, dan face wajahku yang biasa saja membuat aku mengurungkan niatku tadi. Aku dan Tiyas tidak akan melupakan kejadian dimana aku melepas keperjakaanku dan dia memberikan keperawanannya. Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Tiyas, aku mulai memberanikan diri tuk membuka pakaiannya.
















